28 August 2016 (edited)

Hari ini saya pulang ke kampung halaman di Sukabumi setelah mengunjungi teman di Bogor. Seperti biasa saya menggunakan kereta api karena lebih efisien dan hemat waktu. Awalnya saya berniat pulang kemarin, tapi karena kereta sudah fully booked jadi saya pesan tiket kereta hari Minggu ini. Saya pun memilih seat sendiri karena saya prefer window seat,maklum saya suka banget seek the view along the trip.

Saya memutuskan untuk ambil seat 6 di gerbong 3 yang terdiri dari 2 seat aja (D dan E).

Saya sampai stasiun pukul 7.45 pagi dan kereta saya berangkat pukul 08.05. Saya menukarkan booking code saya di counter dan saya pun bergegas mencari seat saya.

Setelah masuk di gerbong 3, saya mendapati seat saya sudah diduduki seorang laki-laki yang sepertinya lebih muda dari saya, dan sepertinya kedua orangtuanya duduk di depan bangku kita karena tadi saya liat mereka sempat berkomunikasi.

Otomatis saya minta si pria itu pindah karena dia duduk di bangku saya. Tak habis pikir, dia bilang “sama aja” dan tidak bergerak sedikitpun dari bangku nya. Terus saya bilang aja “kan di tiketnya bilang bangku saya 6E” sambil menunjuk ke huruf E yang terpampang di samping jendela kereta. Tapi dia tak berkutik sedikitpun.

Saya kesel sampe ubun-ubun melihat kelakuan si pria tak tahu aturan ini. Okay, kalau sama aja, terus orang-orang bisa duduk di mana aja donk, gak usah pakai tiket, langsung naik aja semau kita.

Saya penasaran nih orang sempet sekolah gak sih,atau emang susah banget matuhin aturan?

Okay kenapa saya marah? Karena buat saya hal kecil seperti ini termasuk korupsi, memakai atau menggunakan sesuatu yang bukan hak kita.

Sebagai orang yang pernah sekolah, saya sih sebisa mungkin mematuhi aturan yang ada. Ya gimana Negara ini bisa maju kalau orang-orangnya gak mau diatur.

Dan saya sebagai orang yang penyabar, saya biarkan saja tuh orang duduk di bangku saya, dengan catatan saya akan laporkan dia ke petugas pemeriksa tiket karena dia duduk di bangku yang salah.

Sepele ya kelihatannya, tapi orang-orang kayak gini kalau gak dikasih tahu bakalan melunjak. Jadi saya bukannya ingin menceramahi, tapi hanya ingin meluruskan saja supaya orang-orang sini lebih mematuhi aturan yang ada.

Nih saya ambil gambar tiket dan tempat duduk saya plus orangnya (bonus).

Tiket saya 6E tapi saya duduk di 6D.

Nih penampakan orang yang meng-invasi seat saya. Kamu cowok lho mas, COWOK! Gak ada ngalah-ngalahnya sama perempuan. Eh bukan ngalah deng, tapi emang itu hak saya.

Barusan sekitar pukul 08.30 ada pemeriksaan tiket. Spontan saya bilang petugas kalau saya harusnya duduk di 6E. Setelah si petugas mengecek tiket kita berdua dan menegur si pria yang duduk di samping saya, si pria itupun menawarkan untuk bertukar tempat duduk, namun saya sudah males dengan attitude dia dari awal, jadi saya menolak.

Saya cuma bilang “gak apa-apa”. Saya sedikit puas aja dia sudah ditegur,tapi maaf ya ini bukan untuk mempermalukan, saya hanya ingin dia mengerti prosedur dan peraturan yang ada, gak seenak dirinya aja.

Sekian curhatan saya pagi ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s