Australia, aku galau. 

Sudah 2 bulan sejak kepulangan saya dari Ostrali, saya merasakan rasa jenuh dan bosan yang tidak seperti biasanya. Sehari-harinya hanya melakukan kegiatan yang itu-itu saja; bangun, makan, nonton tv, anter ponakan sekolah, mantengin hp sampe leher mau copot, jalan-jalan ngabisin duit tapi belum bisa menghasilkan money lagi. Duh serba salah!

Waktu saya pulang dari Paris, saya gak nganggur lama-lama. Saya langsung kembali mengajar di tempat kursusan dulu. Kebetulan mereka memang available guru paruh waktu, jadi saya pun diperkenankan masuk kembali.

Sekarang lain cerita. Awalnya saya berencana untuk aupair di Italy dan sudah mengurus dokumen beberapa minggu sejak saya sampai di rumah. Namun, nasib berkata lain, visa saya ditolak dan ya saya tidak punya back-up plan. Akhirnya saya bingung dan hanya bisa luntang lantung gak karuan.

Lho, kenapa gak cari kerja aja sih?

Rencananya, January nanti saya diajak teman untuk bekerja di salah satu maskapai penerbangan terkemuka di daerah timur tengah sana. Nah kalaupun rencana itu terwujud, artinya saya punya waktu luang 3 bulan untuk bekerja di Indonesia. Beda jauh dari negara Australia sana, di Indonesia rata-rata company meminta kontrak 1 tahun dan jarang sekali yang provide pekerjaan part-time.

Saya berkabar dengan teman saya yang lainnya juga dan mereka menginformasikan lowongan pekerjaan kepada saya. Saya sudah mencoba men-submit application ke mereka namun entah apa pertimbangannya, saya pun belum bisa bekerja di sana sekarang ini.

Awalnya saya berencana untuk stay di kampung halaman dan bekerja sementara di sini, tapi memang rejeki saya belum ada di sini, jadi saya pun mencoba menghubungi tempat kursus saya di Bogor dan kebetulannya mereka membutuhkan guru untuk mengajar di salah satu sekolah kerja sama mereka.

Spontan saya langsung meng-iya-kan saja karena saya orangnya hiperaktif dan gak sanggup diem terlalu lama di kampung.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah mencari tempat tinggal di Bogor. Ya, walaupun saya sudah pernah tinggal di sana, tapi tetap saja mencari tempat tinggal yang cocok dengan kita itu susah-susah gampang. Terlebih, tidak banyak teman yang bisa bantu, jadi saya harus putar otak mencari-cari lokasi.

Banyak yang nanya “emang gak mau balik Oz?”

Hmm, bukan gak mau sih, indeed pasti mau. Namun, keadaan yang belum memungkinkan.

Banyak alumni whv yang kembali dengan visa pelajar hanya karena mereka ingin “mengejar” jam kerja nya saja, kuliahnya terabaikan. Saya sih gak mau.

Saya sadar kalau saya masih kurang pinter jadi saya ingin bener-bener kuliah, dan kalaupun kuliahnya funded by myself, saya takut saya gak mampu, gak mampu kuliah sambil kerja.

“Kenapa gak coba beasiswa?”

Sudah, tapi gagal. Ya saya mah gak pandai dalam hal yang satu ini. Mungkin juga belum ada jodohnya sih.

Jadi buat saya jalan satu-satunya kembali ke Ostrali buat belajar ya pake beasiswa dan jalan itu entah bisa terwujud atau gak.

Sebenernya sikap saya terhadap Australia netral-netral saja. Tidak terlalu berharap kembali lagi tapi kalau ada kesempatan ke sana, ya kenapa tidak?

Kiblat belajar saya mungkin lebih condong ke UK, dan saya masih berusaha untuk mewujudkan mimpi itu. Bukan berarti Australia tidak tercantum dalam list saya. Saya sih orangnya ambil kesempatan di mana saja.

Australia punya kenangan tersendiri buat saya, di mana saya bisa mencari uang ribuan dollar hanya dengan kerja casual saja. Di sana tidak ada kesenjangan sosial, pekerjaan apapun diakui setara karena tujuan mereka pun sama, sama-sama bisa bayar bills.

Bukan berarti saya tidak suka kembali ke tanah air. Di sini, masih banyak orang-orang yang harus diubah cara berpikirnya. Dalam status sosial dan pekerjaan pun masih perlu banyak dibenahi.

Saya berniat untuk kerja casual juga di sini tapi pasti orang-orang banyak mencibir dan mempertanyakan gelar “S1” yang saya dapet.

“Masa S1 kerjanya bersih-bersih?”

Ya mungkin pertanyaan seperti itu akan sedikit menggelitik. Tapi kita coba saja. Rejeki itu kan asal halal, tak pandang gelar.

Ah sudahlah. Saya memang sedang galau, tidak tahu arah tujuan. Semoga saja jodoh cepat datang supaya bisa membawa saya ke jalan yang benar. *lho. 😂

Bonne nuit a tous.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s