Sekolah di Belanda

Tepat tanggal 8 Mei 2017 lalu, saya mendapat email dari Neso Indonesia perihal aplikasi beasiswa Orange Tulip. Alhamdulillah, di situ nama saya tertulis sebagai awardee atau penerima beasiswa di University of Groningen, Faculty of Arts untuk jurusan Applied Linguistics dan TEFL.

Jujur, saat itu saya hanya terperangah dan gak percaya kalau saya bisa mendapat beasiswa karena ini perjuangan kesekian kalinya saya mendaftar beberapa skema beasiswa dan selalu gagal. Beasiswa Orange Tulip sendiri sebetulnya hanya meng-cover living cost selama satu tahun dan tiap bulannya saya hanya di-granted €450 atau sekitar 6.5 juta rupiah. Terlihat besar ya? namun, di sana, jumlah uang segini hanya mampu menutupi biaya rent kamar saja, alias, sekarang saya putar otak bagaimana caranya supaya saya bisa mendapat dana untuk cover tuition dan dana tambahan living cost saya.

Saya sendiri sudah menandatangani surat perjanjian ke Neso Indonesia dan saya sudah di-email balik oleh pihak universitas supaya saya menanda-tangani surat kotrak beasiswa tersebut paling lambat 26 Mei 2017.

Selain Orange Tulip ini, saya pun mendaftarkan diri untuk beasiswa Belanda lainnya, yaitu Stuned. Beasiswa ini meng-cover seluruh tuition dan living cost. Pengumuman Stuned ini sekitar akhir Mei atau awal Juni nanti. Saya berharap-harap cemas sambil menunggu dan berpikir gimana caranya supaya tahun ini saya bisa kuliah S2 di Belanda.

Akhirnya, pagi ini saya menelpon Neso Indonesia dan berbicara dengan salah satu perwakilan Neso. Beliau menyarankan saya untuk mengirim email ke pihak University of Groningen dan bertanya apakah saya bisa menggunakan sistem, co-funding; saya mendapat living cost dari pihak universitas, dan tuition plus tambahan living cost dari pihak Stuned. Saya juga bertanya apakah penanda-tanganan kontrak beasiswa bisa diperpanjang sampai saya mendapat kabar dari Stuned. Saya pun meng-email pihak Stuned terkait masalah ini dan berharap mendapatkan kabar baik secepat mungkin.

Doakan saya ya 🙂

Kenapa saya memilih Belanda?

Sebenarnya beberapa tahun belakangan ini saya sudah mencoba mencari beberapa universitas untuk S2 saya dan mendaftar beberapa beasiswa, seperti LPDP, Australian Awards dan Chevening (UK). Tahun ini saya mendapatkan 3 (tiga) Letter of Acceptance (LoA); Macquarie University, Sydney (Australia), University of Birmingham (UK), dan University of Groningen (Belanda) dengan jurusan yang sama yaitu Applied Linguistics dan TEFL/TESOL. 

Saya sudah gagal di Australian Awards dan Chevening untuk intake 2017 ini, dan kesempatan satu-satunya untuk berangkat tahun ini hanya Stuned dan Orange Tulip di Belanda ini.

Sebagai pengajar ber-bahasa Inggris, tentu negara Inggris menjadi negara pertama yang saya pilih either itu UK atau Australia. Namun, saya bukan seorang idealis yang keukeuh mempertahankan gengsi saya, saya hanya seorang oportunis yang mau mengambil kesempatan di mana saja. Jadi, di Belanda pun tak masalah, toh kuliahnya di jurusan yang sama, dan ber-bahasa Inggris pula. Plus, kampusnya pun salah satu kampus terbaik di dunia.

Sekarang, saya hanya menunggu hasil dari usaha-usaha yang sudah saya lakukan. Saya percaya, hasil tak pernah mencurangi usaha.

Apapun hasilnya, itu yang terbaik untuk saya. 🙂

Cheers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s