Radio

Beberapa hari lalu saya sempat bermalam di tempat teman baik saya. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, dia tak pernah absen mendengarkan cuap-cuap pagi hari ala stasiun radio Jakarta. 

Bukan lagi radio compact seperti dulu kala, tapi dia menggunakan aplikasi radio tersebut dan streaming online

Lalu saya bertanya, “mahal gak streaming radio gitu”. 

Kayaknya gak deh, gak semahal youtube” – dia menjawab. 

Setelah pulang ke kosan, saya pun sempat kepikiran untuk mengunduh aplikasi radio-radio Jakarta yang sempat saya dengarkan sewaktu saya kuliah dulu. 

Dulu semasa kuliah, belum mampu beli tv sendiri, hidup saya hanya bermodalkan radio kecil teman sehari-hari. 

Semenjak itu, saya menjadi pendengar setia channel radio di Jakarta. Kebanyakan saya mendengarkan radio yang sering memutar lagu-lagu lawas. 

Berkenalan lah saya dengan Mustang FM, Female Radio, Women Radio, Delta FM dan Jak FM. 

Berkenalan lah pula saya dengan Rudi Dahlan, seorang penyiar di Female radio dengan acara hits nya waktu itu You’ve Got a Friend. 

Dengan keterbatasan media yang saya miliki saat itu, saya pun hanya menjadi pendengar setia tanpa pernah ikut berpartisipasi secara langsung. 

Untungnya, saya sudah punya Facebook kala itu dan berkesempatan untuk berteman dengan mas Rudi. Sampai sekarang pun, walau saya tidak terlalu aktif menggunakan Facebook, tapi masih sering membaca feeds nya mas Rudi karena beliau selalu mengisi timeline saya dengan hal yang positive dan informative

Nah, kembali lagi ke soal radio. Beberapa hari lalu, saya pun mulai mengunduh radio-radio itu dan mulai mendengarkan kembali penyiar-penyiar hebat yang masih melanglangbuana. Sebut saja Ronald dan Tike. Entahlah sudah berapa lama mereka menjadi penyiar di pagi hari, sampai sekarang pun saya masih bisa mendengarkan mereka berdua di Jak FM. 

Dulu, sewaktu saya remaja, pernah terlintas untuk jadi seorang penyiar. Bahkan, kelas 2 SMA, saya berkesempatan mengikuti acara siaran di salah satu radio lokal di Sukabumi, kampung halaman saya. Saya sempat bersiaran selama satu jam dan memutarkan lagu-lagu yang saya suka. 

Waktu itu, tidak ada whatsapp ataupun twitter. Stasiun radio masih menggunakan kartu-kartu ucapan yang bisa dibeli seharga 1000-2000 rupiah kalau tidak salah. Senang sekali rasanya waktu itu ketika kartu ucapan saya bisa dibacakan dan lagu saya bisa diputarkan. 

Ah ingin sekali rasanya kembali ke masa itu. 

Sekarang semua memang serba digital, semua mudah didapatkan dan radio pun bisa didengarkan kapan saja dan di mana saja. 

Semoga saya bisa bernostalgia dengan masa- masa itu, masa- masa bersama radio usang. Karena radio adalah bagian dalam hidup saya yang berperan sangat penting dalam tumbuh kembang saya sehingga saya bisa berada di posisi sekarang ini. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s